liburan dan Kun Fayakuun (movie)


 

 

Kamis kemari merupakan hari yang bukan biasa,

Saya tidak melakukan rutinitas kantor yang biasanya pergi pagi pulang petang…

Yup, ambil cuti…dan liburan…

Kamis ini saya menyelesaikan buku yang sudah lama belum selesai dibaca,

Law of ATTRACTION – Michael Losier dan cosmic ordering -Debbie Frank

(pembahasan buku ini akan saya bahas di topic berikutnya)

Seharian tanpa beban…hening…dan mengembalikan kesegaran mirip computer yang lagi di defrag.

Siang menjelang, buku yang baru semalam ku beli dah tamat, tinggal satu buku lagi yang belum kubaca Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street: Misteri Kematian Bintang Sirkus…buku ini mengingatkan ku pada buku lima sekawan.

 

Kebosanan mulai melanda, mungkin saya orang yang gak betah dengan hanya diam di kamar baca buku…ah..saat nya jalan…dan pilihanku pada nonton…

Apa yah film yang lagi seru? Tanpa pikir panjang saya menuju Bioskop di Atrium Senen. Di lt 4 ini terlihat suasana nya agak sepi, mungkin karena bukan weekend, tapi juga film yang ditawarkan kurang menarik. Terlihat di list film hari ini antara lain The Tarix Jabrix di th1, Kun Fayakuun di th2, Tali Pocong Perawan di th3, dan in the name of love di th4.

Gak mau yang berat-berat, saya pun memilih nonton Kun Fayakuun di th2.

Saya sempat bertanya, apa iya film ini untuk menandingi film drama bergenre religius “Ayat-ayat cinta” yang mampu menghadirkan 2 juta penonton lebih di bioskop (bahkan ada yang melaporkan hingga 3 juta ..woouow).

Di loket tiket saya tidak menemui antrian panjang, dan terlihat dilist penonton juga masih banyak yang kosong. Saya memilih kursi 10 A, paling atas dan tengah dengan harapan view yang aku dapatkan enak dan kepuasan aku dapatkan.

Sesaat kemudian film diputar…

Pada saat awal saya di perlihatkan sosok Ardan (Agus Kuncoro) yang sedang berjualan kaca menggunakan gerobak. Dengan semangat dan keihklasan untuk mencari nafkah. Singkat cerita apa yang digambarkan sinopsis cerita mulai terlihat alurnya. Sempat terbawa suasana karena yang coba di perlihatkan film ini berupa orang miskin harta namun kaya akan iman dan kesabaran mencoba bertahan hidup dan mencari sesuap nasi di Jakarta.

Kesabaran istri Ardan/ (Desi Ratnasari) dalam membimbing anak-anaknya, dan akhirnya titik kesabarn itu memuncak…(apa yah? Nonton aja biar penasaran).

Dan kemudian alur berubah ketika kesabaran dan keikhlasan itu membuahkan hasil. Doa itu diijabah (di kabuli), namun tiba –tiba berubah menjadi adegan percintaan ketika istri Ardan bertemu dengan sesosok pria yang anaknya menabrak anaknya Ardan, ternyata adalah mantan kekasihnya. Dari sini cerita mulai seperti cerita drama sinetron yang ada di televisi. Film ini pun berakhir ketika apa yang diimpikan Ardan untuk memiliki toko kaca dan figura yang mewah terwujud.

Setelah keluar dari bioskop, film ini mengingatkan ku pada cerita religius di telivisi, “Rahasia Ilahi”. Dengan kekutan karakter pemeran utama, film ini memang layak untuk naik ke bioskop, namun dari segi cerita film berdurasi 90 menit ini sepertinya lebih enak ditonton di TV bersama keluarga. Tapi gak ada salahnya jika film bergenre drama religius untuk ditayangkan di bioskop, dan kayaknya juga untuk menandingi ayat-ayat cinta agak jauh. Tapi overall saya mengasih nilai µµ« (2,5) dari 5 µ atau lumayan untuk film ini dan merekomendasikan untuk tontonan yang mengugah hati sekaligus berwisata hati…..have a good movie..

Kun Fayakuun

Sinopsis:

Sebuah keluarga sederhana yang selalu memegang terhadap keyakinan dan prinsip moral dengan teguh dalam kesehariannya.Hingga suatu saat benar-benar mengalami berbagai macam cobaan yang seakan tidak pernah berhenti.Masa-masa sulit yang terus menerus menghujani,membawa mereka pada sebuah kekuatan keyakinan.
Ardan (Agus Kuncoro) seorang tukang kaca keliling.Hidupnya sangat sederhana tetapi Ia tetap gigih berjuang,sabar.tabah dan selalu ikhlas apapun cobaan diberikan kepadanya, itikadnya tetap bulat untuk mewujudkan impian untuk menjadikan keluarganya keluar dari himpitan kemiskinan.Ingin pula mengganti gerobaknya dengan sebuah kios.
Beruntung Ardan mempunyai seorang istri (Desi Ratnasari) yang solehah,setia,taat kepada suami dan Tuhannya.Dia juga tidak pernah luput mendoakan dan menanti dengan setia kedatangan Ardan sepulangnya dari berjualan kaca keliling.Senyumannya sangat khas untuk membahagiakan hati Ardan.Tutur katanya pun sangat bijak dihadapan kedua buah hati mereka.Sampai ketika keyakinan itu berada pada titik nadir,ternyata sesuatu terjadi pada keluarga tersebut dari arah yang tidak terduga.