Produksi Perikanan Budidaya Menurut Komoditas Utama (2005-2009)


Tabel Produksi Perikanan Budidaya Menurut Komoditas Utama (Ton)*

 

Rincian

2005

2006

2007

2008**

2009**

2006/2007

 

 

 

 

 

 

 

Patin

      32,575

      31,490

      36,260

      51,000

      75,000

15.15%

Rumput laut

    910,636

 1,374,462

 1,620,200

 2,713,200

 4,389,300

17.88%

Nila

    148,249

    169,390

    195,000

    233,000

    337,000

15.12%

Gurame

      25,442

      28,710

      31,600

      52,000

      78,000

10.07%

Bandeng

    254,067

    212,883

    245,100

    550,000

    822,000

15.13%

Lele

      69,386

      77,272

      88,970

    162,000

    250,000

15.14%

Kerapu

        6,493

        4,022

        3,600

      24,000

      30,000

-10.49%

Kekerangan

      16,348

      18,896

      21,760

      78,000

      97,000

15.16%

Ikan mas

    216,920

    247,633

    285,100

    375,000

    446,800

15.13%

Udang

    280,629

    327,610

    352,220

    470,000

    540,000

7.51%

Kakap

        2,935

        2,183

        2,600

      11,000

      12,500

19.10%

Kepiting

        4,583

        5,525

        6,360

        8,800

        9,600

15.11%

Lainnya

    195,411

    182,521

    200,030

    290,000

    306,800

9.59%

 

 

 

 

 

 

 

Total

 2,163,674

 2,682,597

 3,088,800

 5,018,000

 7,394,000

15.14%

 )* = Kompas, 14 April 2008

)** = Angka Prakiraan (DKP-sementara)

 

Indonesia memiliki beraneka ragam potensi perikanan. Saat ini ada 12 jenis komoditas perikanan budidaya yang menjadi primadona selain karena permintaanya meningkat, namun juga karena teknologi dan informasi budidaya yang semakin maju dan mendukung keberhasilan budidaya. Jenis-jenis komoditi tersebut bisa dlihat pada tabel diatas.

Rumput laut merupakan komoditas unggulan karena produksi nya mencapai satu juta ton pertahun dan diproyeksi kan tahun 2009 mencapai empat juta ton pertahun. Keoptimisan ini saya anggap wajar karena menanam rumput laut tidak sesulit dahulu dan ini pun didukung teknologi dan informasi yang terus dikembangkan DKP. Selama empat tahun belakang, pertumbuhan produksi rumput laut mencapai 62% (CAGR). Pertumbuhan produksi ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat terutama lapangan kerja.

Udang, selain menjadi komoditas andalan budidaya, udang juga menjadi andalan ekspor. Namun pertumbuhan produksi yang baik di dalam negeri tidak diikuti permintaan pasar di luar negeri. Nilai komoditas ini mengalami penurunan, dan diduga karena produski udang melapaui permintaan pasar dan persaingan pasar udang semakin ketat (kompas, 14 April 2008). Kalau kita masih ingat diawal 2007 terjadi penolakan beberapa udang ekspor kita serta politik dagang yang membuat harga udang kita jatuh dimata dunia. Di satu sisi produksi udang lokal kita masih didominasi udang Vanamei dan Windu yang berasal dari sektor budidaya.

Ikan Bandeng, Mas, Nila, Lele, Gurame, dan Patin masih menjadi andalan budidaya di air tawar. Perkembangannya dari tahun 2006 mencapai pertumbuhan rata-rata 15% pada 2007. 

Ikan Kerapu dan Kakap merupakan jenis ikan laut yang berhasil dibudidaya. Kedua jenis ikan ini dulunya hanya berasal dari penangkapan. Jatuh bangunnya produksi ini karena teknologi kita serta informasi budidaya yang masih minim. Produksi kerapu tahun ini masih mengalami penurunan (10,49%), sedangkan kakap di 2007 mengalami kenaikan 19% setelah ditahun 2006 mengalami penurunan.

 

Jika kita melihat target dan proyeksi produksi perikanan budidaya tahun 2008-2009, nampaknya DKP berharap optimis besar dalam sektor ini, mengingat sektor penangkapan yang mulai banyak hambatan  mulai dari gelombang besar, over fishing, illegal fishing dan naiknya harga BBM serta rusaknya habitat terumbu karang.

Namun perlu diingat juga budidaya kita juga harus didukung penelitian yang tepat guna menerakan teknologi budidaya yang tepat pula. Keoptimisan DKP perlu kita dukung. Mulai dari hal kecil saja, semisal jaga lingkungan perairan dan makan ikan.