Teknik Visualisasi untuk Motivasi Belajar


Teknik Visualisasi untuk Motivasi BelajarVisualisasi adalah teknik yang sangat dahsyat namun cukup sederhana untuk dilakukan oleh semua orang. Visualisasi biasanya dilakukan dengan menggunakan imajinasi. Cara melakukan visualisasi adalah dengan membayangkan diri kita sedang melakukan aktivitas yang ingin kita lakukan secara optimal. Misalnya ketika kita menjadi lebih baik lagi dalam pekerjaan kita, memberikan presentasi, melatih musik, tarian atau dalam bidang olahraga, dan sebagainya.

Saat melatih diri dalam pikiran atau visualisasi, kita membayangkan kinerja kita berjalan sempurna. Kita lihat dan rasakan bahkan berpura-pura mendengarkan semua sensasi yang ada saat sedang membayangkan tindakan-tindakan yang ingin kita sempurnakan. Banyak atlit-atlit unggulan melakukan teknik visualisasi sebelum pertandingan. Teknik visualisasi digunakan untuk mememotivasi kepercayaan diri, kesiapan mental untuk bersaing, dan belajar demi peningkatan keahlian.

Sejumlah riset terhadap otak manusia mendukung bahwa pembelajaran dapat terjadi lebih maksimal dengan teknik visualisasi.

Imajinasi dalam teknik visualisasi bisa menjadi sangat efektif untuk pembelajaran karena banyak bagian di otak yang aktif dan memperkuat jalinan-jalinan saraf yang berhubungan dengan kegiatan yang sedang dibayangkan.

Imajinasi yang dibayangkan dalam teknik visualisasi sebaiknya mendetail dan lengkap bukan hanya secara indera visual. Bayangkan seakan-akan kita sedang melakukan aktivitas yang ingin kita latih secara mental itu secara teperinci; lihat gambarannya dalam mata kepala pikiran kita, rasakan sensasinya di kulit dan otot yang digerakkan, serta coba dengar suara-suara atau bunyi yang berpeluang terdengar. Kalau perlu cium juga aroma yang bisa muncil. Intinya, lakukan teknik visualisasi senyata mungkin.

Di saat seseorang sedang melakukan teknik visualisasi dengan senyata mungkin, sinyal-sinyal saraf yang aktif akan sama dengan ketika orang tersebut benar-benar melakukan aktivitas yang divisualisasikan. Respons otak akan menyamakan bayangan dengan kenyataan. Neuron-neuron yang terkait dalam proses visualisasi akan menguatkan koneksi sinapsis (Hebbian Synapses) serta memori prosedural yang diperlukan dalam melakukan aktivitas yang sedang dilatih.

Penjelasan Ilmiah Teknik Visualisasi

Otak kita mampu memodifikasi susunan sarafnya yang disebut neuro-plasticity dengan memfokuskan sumberdaya yang ada dan mengembangkan materi abu-abu di korteks. Sehingga, stimulasi yang ditimbulkan dari proses visualisasi akan membuat otak kita menjadi lebih jago dalam melakukan aktivitas yang dipelajari.

Aktivitas yang dilatih berulang-ulang akan meningkatkan level keahlian kita dalam melakukannya. Dan teknik visualisasi bisa menjadi perangkat tambahan yang akan melejitkan keahlian tersebut. Imajinasi yang dilakukan berulang-ulang juga memiliki pengaruh yang sama. Kemampuan otak dalam meningkatkan level keahlian seseorang lewat repetisi disebut juga dengan istilah; memori prosedural.

Memori prosedural adalah memori untuk melakukan sesuatu yang menjadi tuntunan dalam satu kinerja dan bisa dilakukan tanpa terlalu disadari. Memori prosedur diutilisasi dalam eksekusi suatu proses yang terintegrasi tanpa membutuhkan banyak atensi. Sebagai contoh, memori prosedural digunakan waktu kita sedang mengemudi, sehingga kita semakin lancar dalam berkendara daripada ketika pertama kali belajar mengemudi.

Pembelajaran prosedural terjadi ketika memori prosedural bertransformasi menjadi memori implisit dan ingatan dalam jangka panjang. Aktivitas kompleks yang dilakukan secara berulang-ulang akan menciptakan otomatisasi sistem saraf yang terkait yang penting untuk pengembangan kognitif dan keahlian motorik. Beberapa area otak yang terkait saat seseorang sedang belajar meningkatkan memori proseduralnya adalah: basal ganglia, hippocampus, cerebellum, neostriatum.

Belajar Mengakuisisi Keahlian

Akusisi keahlian membutuhkan pratek yang berulang-ulang dan belajar meningkatkan penguasaannya seiring waktu. Pengalaman belajar ini akan meningkatkan kecepatan pemrosesan informasi secara internal dan mendata input eksternal, mengembangkan wawasan dan penyimpanan pengetahuan, serta pada akhirnya akan menguatkan kapasitas otak dalam melakukan efisiensi dan melaksanakan aktivitas yang dipelajari secara lebih optimal.

Maka dari itu, teknik visualisasi menjadi sangat berharga dalam proses belajar dan penguasaan keahlian ini. Tahapan awalnya adalah fase kognisi yang disusul oleh fase asosiatif, sehingga seseorang bisa menjadi ahli dan melakukan kegiatan yang dipelajari akan tampak berjalan secara otomatis.

Jadi, sebelum kita melakukan teknik visualisasi untuk memotivasi pembelajaran kita, beberapa inisiatif tahapan perlu dilakukan terlebih dahulu agar belajar menjadi efektif. Pertama-tama, kita mengobservasi susunan dari keahlian yang ingin kita tingkatkan. Pemahaman terhadap skema-skema dan beberapa potensi yang mungkin terjadi harus juga diamati.

Selanjutnya, dari pengamatan ini kita akan mengerti konsep yang menyatukan seluruh bagian atau urutan tindakan menjadi satu aktivitas lengkap yang ingin kita kuasai dengan sempurna. Dalam tahapan ini, kita akan menjalani proses asosiasi di dalam otak kita untuk benar-benar menjiwai implementasi dari kemampuan yang ingin kita kuasai.

Dan akhirnya, penguasaan keahlian kita akan semakin cepat seiring proses belajar yang didukung dengan teknik visualisasi. Praktek di dunia nyata yang repetitif mesti dimotivasi dengan gambaran mental atau imajinasi dengan membayangkan praktek yang sempurna di dalam pikiran. Sehingga visualisasi bisa meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, dan menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita juga bisa mendistorsi waktu secara mental sehingga kita bisa berlatih teknik visualisasi secara singkat. Misalnya, 5 menit di dunia nyata bisa menjadi satu jam di dalam pikiran kita sehingga latihan visualisasi bisa lebih banyak atau lama dengan waktu yang sebentar. Cara menciptakan distorsi waktu ini akan saya bahas pada tulisan-tulisan selanjutnya, stay tuned!

sumber : http://tipsmotivasi.com/2012/10/08/teknik-visualisasi-untuk-motivasi-belajar/